Jambi - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Jambi menggelar Madrasah Kader sekaligus Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) se-Provinsi Jambi Masa Khidmat 2025–2029 di Kampus UIN CTC Telanaipura. Kegiatan akbar ini mengusung tema “Merawat Bangsa, Meneguhkan Aswaja, Memperkuat Saf Cendekia.” Jumat (28/11/25).
Ketua Panitia, Dr. Kaspul Anwar, P.hD, menyampaikan bahwa terselenggaranya rangkaian kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif panitia serta dukungan penuh dari pimpinan wilayah dan cabang ISNU. Sebanyak 99 peserta mengikuti Madrasah Kader yang berlangsung khidmat pada hari pertama.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar menjadi proses kaderisasi berkelanjutan dalam membangun kekuatan intelektual warga Nahdlatul Ulama di Jambi,” ujar Kaspul.
Kaderisasi untuk Penguatan Keilmuan dan Kebangsaan
Ketua PW ISNU Jambi, Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Madrasah Kader sebagai wadah peningkatan kapasitas keilmuan dan ke-NU-an bagi para peserta.
“Madrasah Kader ini memberikan manfaat strategis bagi masa depan bangsa. Pesertanya beragam, mulai dari dosen, kaprodi, hingga rektor. Mereka adalah calon pemimpin dan penggerak perubahan di daerah masing-masing,” ungkap Prof. Elita.
Ia juga mendorong setiap PC ISNU di kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Madrasah Kader secara mandiri sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kaderisasi. Bahkan, Prof. Elita membuka wacana agar sertifikat Madrasah Kader dapat dijadikan syarat untuk menjadi pimpinan maupun anggota BPH ISNU.
Di akhir sambutannya, Prof. Elita mengajak seluruh hadirin membaca Surat Al-Fatihah untuk para pendiri dan ketua ISNU yang telah wafat.
ISNU: Rumah Para Cendekia, Pengusaha, dan Profesional
Sambutan Pimpinan Pusat ISNU disampaikan oleh H. Wardi Taufik, S.Ag., M.Si., selaku Sekretaris Umum PP ISNU yang hadir mewakili Ketua Umum. Ia menegaskan bahwa ISNU bukan hanya kumpulan orang-orang bisa, tetapi tempat berkumpulnya para ahli ilmu, cendekiawan, akademisi, dan pengusaha.
“Di ISNU, banyak keahlian yang berhimpun. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun bangsa. Hampir seluruh ketua PW di berbagai provinsi adalah profesor, ada juga wali kota, dan para tokoh pengusaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui Madrasah Kader, anggota ISNU dapat memperkuat keilmuan, memperdalam nilai keislaman, serta menyatukan langkah untuk kepentingan bersama. Dalam kesempatan itu, Wardi Taufik juga secara resmi membuka kegiatan Madrasah Kader ISNU Provinsi Jambi.
Pelantikan PW–PC ISNU Se-Provinsi Jambi
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang ISNU se-Provinsi Jambi untuk periode 2025–2029. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi dan meneguhkan visi ISNU sebagai garda intelektual NU yang moderat dan berdaya saing.
Setelah pembukaan resmi, kegiatan berlanjut dengan penyampaian berbagai materi penguatan, baik terkait pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah, pengembangan kepemimpinan, maupun strategi kolaborasi keilmuan dan sosial. (***)

Posting Komentar