Polemik Pengurangan Pekerja di Muaro Jambi: Ketua BPD Tebat Patah Diduga Provokasi Penutupan Jalan

 


MUARO JAMBI — Suasana di Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, mendadak memanas menyusul aksi penutupan akses jalan perusahaan dan jalan desa. Aksi tersebut diduga dimotori oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tebat Patah, Edi Junaidi, sebagai bentuk protes atas kebijakan pengurangan pekerja di PT MBS. Minggu (06/09/26).

Akibat penutupan ini, aktivitas warga dan kelancaran operasional di sekitar lokasi sempat lumpuh total, memicu keresahan di tengah masyarakat setempat.

Tindakan tersebut menuai kecaman keras dari salah seorang warga Desa Tebat Patah, Halamin. Ia menyayangkan sikap seorang pejabat desa yang seharusnya menjadi teladan, justru diduga menjadi provokator yang memperkeruh situasi.

"Seyogianya seorang Ketua BPD harus memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat, bukannya malah menjadi provokator dan memperkeruh suasana ketegangan di tengah masyarakat," ujar Halamin, mengecam tindakan tersebut.

Situasi kian memanas ketika Halamin mencoba mengingatkan tindakan sang Ketua BPD. Alih-alih merespons secara persuasif, Edi Junaidi justru mendatangi kediaman Halamin, yang berujung pada perselisihan dan cekcok mulut di antara keduanya.

Menanggapi insiden ini, Halamin berharap agar pihak-pihak berwenang, mulai dari Pemerintahan Desa, Kecamatan Taman Rajo, hingga Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, segera turun tangan. Ia mendesak agar instansi terkait mengevaluasi dan memberikan sanksi tegas terhadap sikap oknum Ketua BPD yang dinilai mencederai fungsi pengawasan lembaga desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT BSD maupun Edi Junaidi selaku Ketua BPD Tebat Patah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aksi provokasi dan penutupan jalan tersebut. Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera mengambil langkah mediasi guna memulihkan ketertiban umum di Desa Tebat Patah. (Redaksi)