SENGETI — Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi. Pantauan di lokasi pada Sabtu malam (06/06/26), antrean kendaraan roda enam atau lebih ini mengular hingga ke bahu jalan lintas, memicu kemacetan parah, dan mulai dikeluhkan oleh para pengguna jalan lain.
Antrean yang didominasi oleh truk angkutan barang dan truk sawit tersebut diperkirakan mencapai ratusan meter. Karena memakan sebagian badan jalan utama, arus lalu lintas dari arah Jambi menuju Merlung maupun sebaliknya mengalami penyempitan, sehingga kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati dan bergantian.
Menurut penuturan salah seorang pengendara mobil pribadi, warga merasa sangat terganggu dengan kondisi ini karena dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
"Sudah beberapa hari ini antrean solar panjang sekali sampai memakan bahu jalan. Jalur lintas ini kan padat, kalau truk-truk besar parkir di pinggir jalan begitu, otomatis jalan jadi sempit. Sangat mengganggu dan membahayakan pengendara lain, terutama saat malam hari," ujar salah satu warga yang melintas.
Hal senada juga diungkapkan oleh para sopir truk yang ikut mengantre. Mereka mengaku terpaksa memarkirkan kendaraan di bahu jalan karena area parkir di dalam kawasan SPBU sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan. Para sopir rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar subsidi agar bisa tetap beroperasi.
Faktor Penyebab dan Dampak di Lapangan
Berdasarkan situasi di lapangan, ada beberapa poin krusial yang memperparah keadaan:
Penyempitan Jalur Utama: Truk yang parkir paralel di bahu jalan memotong kapasitas jalan lintas Sumatra hingga hampir separuhnya.
Waktu Tunggu yang Lama: Pasokan solar yang datang tidak sebanding dengan tingginya volume kendaraan angkutan yang melintas di wilayah Muaro Jambi.
Potensi Kerawanan Efek Domino: Kemacetan ini memicu perlambatan ekonomi logistik dan meningkatkan stres para pengguna jalan yang mengejar waktu.
Masyarakat berharap pihak otoritas terkait, baik dari dinas perhubungan maupun aparat kepolisian setempat, segera turun ke lapangan untuk menertibkan arus lalu lintas. Selain itu, warga juga meminta pihak Pertamina dan pengelola SPBU Sengeti dapat mengevaluasi sistem penyaluran solar subsidi agar tidak menimbulkan kemacetan yang merugikan publik luas. (Tim)

Posting Komentar