Abu Sisa Karhutla Turun dari Langit, Sekernan Diselimuti Kabut Asap
MUARO JAMBI — Fenomena tidak biasa terjadi di Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Senin sore (21/9/2026). Abu dan material ringan yang diduga merupakan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbawa angin hingga turun ke permukiman warga.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika langit sore di wilayah Sekernan berubah gelap menyerupai malam. Kabut asap yang cukup tebal membuat suasana lingkungan terlihat suram dan jarak pandang menjadi terbatas.
Sejumlah warga kemudian keluar rumah untuk melihat kondisi tersebut. Abu serta serpihan rumput yang telah hangus terlihat terbawa angin dan jatuh di sekitar permukiman. Fenomena ini menarik perhatian warga karena material sisa kebakaran tersebut dapat terlihat secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga RT 07 Desa Sekernan, Vivi, mengaku baru pertama kali melihat kejadian seperti itu.
"Saya baru pertama kali melihat kejadian seperti ini. Abu dan sisa rumput yang terbakar sampai turun dari langit ke sekitar rumah," ujar Vivi.
Fenomena yang terjadi di Sekernan berlangsung di tengah kondisi kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi yang sebelumnya dilaporkan memburuk akibat kabut asap karhutla.
Pada Jumat (18/9/2026), kualitas udara di wilayah Muaro Jambi dilaporkan berada pada level berbahaya. Berdasarkan laporan yang mengutip pemantauan kualitas udara di sekitar Sengeti, indeks AQI US mencapai 365, dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 257,5 µg/m³. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi saat itu juga menginstruksikan puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.
Sementara itu, laporan pada Minggu (20/9/2026) menyebut kualitas udara di wilayah Jambi dan sekitarnya masih berada dalam kondisi sangat tidak sehat. Pemantauan ISPU di Kota Jambi tercatat 207 untuk parameter PM2.5, dan kondisi serupa dilaporkan terjadi di Kabupaten Muaro Jambi serta Kabupaten Tebo.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap masih menjadi perhatian serius di wilayah Jambi. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiagakan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap. Kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia, menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.
Dengan kondisi langit yang kembali gelap dan munculnya material sisa pembakaran di permukiman, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat.
Kementerian Kehutanan juga sebelumnya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla, kualitas udara, sebaran asap, jarak pandang, serta kondisi meteorologis.
Peristiwa turunnya abu dan sisa vegetasi terbakar di Desa Sekernan menjadi gambaran nyata bagaimana dampak karhutla dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya dalam bentuk kabut asap, tetapi juga material hasil pembakaran yang terbawa angin hingga ke kawasan permukiman.
Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan perkembangan karhutla serta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap. (Jeki)











